Hukum Menggunakan Obat Penurun Berat Badan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Pertanyaan:

Bagaimana hukum menggunakan obat untuk menurunkan berat badan?

Jawaban:

Tidak masalah menggunakan obat yang dapat menurunkan badan atau mengurangi kegemukan dengan syarat obat tersebut tidak menimbulkan mudharat pada diri orang yang meminumnya, dan obat tersebut adalah obat yang boleh digunakan secara syar’i.

Sungguh agama Islam menganjurkan untuk sedikit makan dan tidak berlebihan dalam hal makan dan minum. Pada umumnya obesitas disebabkan karena banyak makan. Telah datang dalam sebuah hadits bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ طَعَامٌ وَثُلُثٌ شَرَابٌ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

Tidaklah anak adam memenuhi bejana yang lebih buruk dari perutnya. Sudah cukup bagi anak adam memakan makanan untuk menegakkan tulang punggungnya. Apabila tidak memungkinkan maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk udara.” (HR. Ahmad, shahih)

Telah datang dalam sebuah hadits bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki yang perutnya gendut, maka Nabi bersabda sambil menunjuk perut orang tersebut, “Seandainya (perut besar) ini pada bagian tubuh  yang lain tentu itu akan lebih baik bagimu.” (HR. Ahmad, shahih)

Syaikh As-Sa’aty berkata, “Seandainya bukan perut yang besar tetapi anggota tubuh yang lain maka tentu itu lebih baik, karena perut besar akan menambah beban seseorang, berbahaya, dan tidak  tidak bermanfaat bagi orang tersebut. Sesungguhnya perut besar itu akibat banyak makan dan banyak makan ada kebiasaan yang tercela. Seakan-akan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan orang tersebut untuk mengurangi makan dan minum karena hal tersebut lebih sehat untuk badan.” (Al-Fathur- Rabbany: 17/218)

[Dr. Husamuddin ‘Afanah Hafizahullah]

*****

Sumber : Al-Ajwibatun Nafi’ah Lil ‘Amiliin fil Majaalit Thibbi karya Ibrahim Ismail Ghanim (Abu Abdirrahman)

Penerjemah : dr. Supriadi

 

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter.

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

Share.

About Author

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang. Alhamdulillah di sela-sela kuliah bisa ikut belajar Bahasa Arab di Madrasah Imam Ahmad bin Hambal Semarang. Aktivitas saat ini sebagai dokter umum di RSUD Propinsi di Sumbawa Besar dan aktif menulis artikel kesehatan Islam.

Leave A Reply