Obat Nyeri yang Aman untuk Usia Lanjut

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Pada usia lanjut biasanya akan terjadi penurunan fungsi dari organ karena terjadinya proses penuaan. Seseorang dikatakan telah berumur usia lanjut adalah mencapai usia 60 tahun atau lebih, dimana tercantum dalam Undang-Undang no.13/1998 tentang Kesejahteraan Usia lanjut. Obat-obat yang diberikan pada usia lanjutpun tidak sama dengan usia muda karena adanya perubahan pada kondisi tubuh dan dampak dari penggunaan obat-obatan sebelumnya.

Ketika seseorang telah berusia lanjut biasanya akan timbul beberapa penyakit yang mana penyakit itu membuat nyeri di organ tertentu, nyeri yang sering dikeluhkan membuatnya tidak nyaman dan membuat kita tidak tega, namun kita tidak boleh sembarangan memberikan obat anti nyeri yang ada di rumah kepadanya, namun hendaknya kita rutin memeriksakan kesehatannya ke dokter sehingga kita tau nyeri yang dirasakan itu berasal dari penyakit apa dan di organ yang mana, karena obat nyeri yang diberikan ke usia lanjut tanpa pengawasan dokter bisa saja memperparah keadaannya karena menimbulkan efek samping yang lain karena organ tertentu yang menurun fungsinya karena faktor usia atau karena interaksi dengan obat lain yang rutin ia minum.

Jika nenek/kakek/orangtua kita yang berusia lanjut merasakan sakit biasanya pada usia lanjut nyeri yang di rasakan berupa nyeri pada sendi-sendi, otot, tulang belakang atau disebut dengan nyeri muskuloskeletal karena faktor usia penanganan pertama yang bisa kita berikan mencarikan obat nyeri yang ada di rumah, obat nyeri yang cendrung aman untuk lansia adalah parasetamol digunakan ketika nyeri saja 3 kali sehari namun bila nyeri telah hilang tidak perlu diminum lagi, pemberian parasetamol tidak disarankan jika memiliki riwayat gangguan hati, bila nyeri berasal dari penyakit osteoarthritis dimana nyeri biasa terasa di bagian lutut dapat kita berikan obat topikal yaitu obat luar digunakan dengan cara dioleskan, obat topikal/obat luar tersebut seperti kapsaisin atau golongan OAINS(Obat anti-inflamasi non steroid) topikal yaitu metil salisilat topikal, natrium diklofenak topikal, atau trolamin salisilat topikal, bentuk golongan OAINS topikal untuk penderita osteoarthritis lebih aman digunakan dibanding oral. Hindari memberikan tablet ibuprofen atau asam mefenamat dimana termasuk dalam golongan OAINS oral karena dapat memberikan efek pada gastrointestinal dan peningkatan risiko gangguan kardiovaskuler kecuali bila memang sudah diberikan dokter sebelumnya. Konsultasikan ke dokter bila nyeri yang dirasakan tidak kunjung hilang sehingga bisa dilakukan penanganan yang lebih lanjut dan dokter dapat memberikan obat nyeri yang tepat. Semoga dapat bermanfaat untuk kita dirumah.

Penulis : Adelita (Mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan)

Referensi :

  1. Jimmy Barus, Penatalaksanaan Farmakologis Nyeri pada Lanjut Usia, 2015, Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya, Jakarta, Indonesia.
  2. Pedoman Pelayanan Farmasi (Tata laksana Terapi Obat) Untuk Pasien Geriatri, 2006, Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat kesehatan Departemen Kesehatan RI.
  3. WWW.ethicaldigest.com
Share.

Leave A Reply