Pentingnya Vaksinasi untuk Mencegah Wabah Campak (Measles)

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Sebentar lagi, kita akan memasuki bulan imunisasi measles dan rubella (MR). Vaksinasi adalah salah satu intervensi penting dalam bidang kesehatan untuk mencegah terjadinya wabah penyakit menular. Penyakit campak, yang disebabkan oleh virus measles, termasuk salah satu penyakit dengan risiko tinggi terjadinya penularan dari penderita yang satu ke individu lainnya. Oleh karena itu, angka cakupan vaksinasi campak harus dipertahankan sangat tinggi, lebih dari 95%. Artinya, dalam sebuah populasi masyarakat tertentu, minimal 95% penduduk sudah harus mendapatkan vaksinasi campak, minimal 2 dosis vaksin. Inilah yang dimaksud dengan istilah herd immunity (imunitas kelompok). Angka cakupan 95% untuk dua dosis vaksin campak ini sangat diperlukan dan menjadi syarat untuk eliminasi penyakit campak dari seluruh dunia [1].

Wabah Campak di Negara-Negara Eropa Tahun 2017

Rilis WHO baru-baru ini melaporkan adanya wabah campak di Eropa dimana >500 kasus campak dilaporkan sejak bulan Januari 2017 [2]. Dua negara yang terdampak paling tinggi adalah Rumania dan Italia. Sejak Januari 2016 s.d. Maret 2017, Rumania melaporkan lebih dari 3400 kasus campak dengan 17 kematian (angka kematian, case fatality rate [CFR] 0,5%). Angka kematian ini termasuk lebih tinggi dari rata-rata angka kematian wabah campak pada umumnya yang hanya sekitar 0,2%.

Lalu, siapakah yang terkena wabah?

Kalau kita melihat sejenak sejarah ke belakang, sebetulnya Rumania sudah dihantam wabah campak sejak 2011. Pada tahun 2011, dilaporkan lebih dari 2000 kasus campak di Rumania. Pada wabah tahun 2011, mayoritas kasus (>70%) adalah anak-anak yg belum mendapatkan imunisasi. Padahal, di usia mereka, seharusnya anak-anak tersebut sudah mendapatkan 2 dosis vaksin campak (MMR). Dan lagi-lagi, hal ini disebabkan karena keengganan orang tua untuk mengimunisasi anaknya.

Wabah campak di Rumania tahun 2017 kembali mengulang pola yang sama, di mana daerah terdampak wabah adalah daerah-daerah dengan cakupan imunisasi rendah [3]. Angka cakupan vaksinasi untuk dosis pertama dan ke dua masing-masing hanya sekitar 86% dan 88%, kurang dari level minimal 95%. Tiga puluh enam distrik di Rumania tercatat telah melaporkan wabah campak ke the European Center for Disease Prevention and Control. Pada tahun 2017, sekitar 96% penderita wabah campak adalah mereka yang belum mendapatkan vaksinasi campak (unvaccinated children). Sekali lagi, hal ini menunjukkan pentingnya vaksinasi untuk mencegah terjadinya wabah.

Penurunan angka cakupan vaksinasi campak adalah faktor risiko terjadinya wabah campak di masa mendatang. Sebagaimana yang telah terjadi di Italia, Jerman, Rumania, dan negara-negara Eropa lainnya ketika angka cakupan vaksinasi campak turun di bawah 95%. Oleh karena itu, apa yang saat ini terjadi di Rumania menjadi alarm peringatan untuk terjadinya wabah campak di area yang lebih luas, termasuk negara-negara di sekitarnya [1].

Apakah yang menyebabkan penurunan angka cakupan vaksinasi di Rumania?

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan penurunan angka cakupan vaksinasi campak di Rumania. Kemiskinan dan kurangnya akses ke penyedia layanan kesehatan merupakan dua faktor penting. Namun, faktor yang tidak kalah penting adalah meningkatnya penolakan orang tua untuk melakukan vaksinasi pada anak-anak mereka. Hal ini disebabkan adanya kampanye anti-vaksinasi yang dilakukan oleh organisasi-organisasi religius dan para public figures. Isu bahwa vaksin mengandung racun (toksin), atau ketakutan terhadap efek samping dan teori konspirasi di balik vaksin [4].

Kesimpulan

Mempertahankan angka cakupan vaksinasi >95% sangat penting untuk mencegah terjadinya wabah campak. Ketika angka cakupan vaksinasi turun di bawah level 95%, maka hal ini merupakan factor risiko terjadinya wabah campak, sebagaimana yang terjadi di beberapa negara Eropa, seperti Rumania dan Italia. Oleh karena itu, hendaknya kita ikut menyukseskan program imunisasi MR yang saat ini dilaksanakan oleh pemerintah kita.
***
Diselesaikan di Lab EMC Rotterdam, 4 Agustus 2017
Penulis: dr. M. Saifudin Hakim, MSc.

Catatan kaki:
[1] http://www.rivm.nl/en/Documents_and_publications/Common_and_Present/Newsmessages/2017/Risk_of_measles_outbreaks_increases_with_decreasing_vaccination_coverage
[2] http://www.euro.who.int/en/media-centre/sections/press-releases/2017/measles-outbreaks-across-europe-threaten-progress-towards-elimination
[3] http://www.eurosurveillance.org/ViewArticle.aspx?ArticleId=19932
[4] http://scienceblogs.com/insolence/2017/03/21/massive-measles-outbreak-in-romania-a-warning-to-the-us/

 

Share.

About Author

Lulus dari Fakultas Kedokteran UGM tahun 2009. Pada tahun 2013, menyelesaikan program pascasarjana (S2) di Research Master of Infection and Immunity, Erasmus Medical Center (EMC), University Medical Center Rotterdam, Belanda. Dosen di Bagian Mikrobiologi FK UGM. Alumni Ma’had Al-‘Ilmi, Yogyakarta.

Leave A Reply