Penyakit Paling Berbahaya (02)

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Kondisi Kaum Muslimin Saat Ini

Kondisi yang membuat kita prihatin adalah ternyata sebagian di antara kaum muslimin saat ini lebih mementingkan untuk sembuh dari penyakit badan, namun merasa aman ketika setelah itu justru mereka menderita penyakit hati. Mereka menjadikan kesembuhan dari penyakit adalah segala-galanya, sehingga menghalalkan segala cara untuk meraihnya.

Marilah kita tengok sebagian di antara mereka …

Seorang pasien yang sudah berobat bertahun-tahun ke dokter, namun penyakitnya tidak kunjung sembuh. Dia pun semakin putus asa, dan berencana untuk berobat kepada seorang tabib atau paranormal. Metode yang digunakan tabib tersebut adalah mentransfer penyakitnya kepada hewan tertentu seperti kambing. Dia pun meminta izin kepada dokter yang selama ini telah merawatnya. Maka sang dokter pun menjawab, ”Kalau Anda bisa sembuh dengan metode pengobatan seperti itu, maka saya akan berhenti menjadi dokter.” Demikianlah, pada akhirnya pasien tersebut menyampaikan kepada dokternya bahwa dia tidak bisa sembuh …

Dalam sebuah acara di televisi, banyak sekali kaum muslimin yang menyampaikan seputar permasalahan kesehatannya kepada seorang tabib. Di antara tabib tersebut ada yang hanya meminta disebutkan nama dan tanggal lahir, setelah itu dia akan “meramal” penelepon bahwa orang tersebut menderita sakit ini, sakit itu, dan harus begini dan begitu. Tabib yang lain meminta pasien mengambil air putih satu gelas kemudian diarahkan ke televisi tepat di telapak tangan sang tabib, dan setelah itu air putih itu diminum atau dioleskan ke bagian tubuh yang sakit sebagai obat.

Di sisi lain, sebuah keluarga yang kebingungan karena salah satu anggota keluarganya menderita penyakit tertentu. Setelah beberapa kali ke rumah sakit namun tanpa hasil, akhirnya sang Bapak memutuskan untuk berobat kepada seorang tabib. Karena jauh, sang Bapak hanya mengirim foto anaknya lewat pos. Setelah “menerawang” maka sang tabib menyampaikan bahwa anaknya menderita sakit tertentu dan harus begini dan begitu agar bisa sembuh. Namun, hasilnya tetap sama … sang anak tidak kunjung sembuh juga sampai sekarang.

Ini hanya sebagian contoh yang banyak dijumpai di sekitar kita. Keinginan untuk sembuh membuat mereka menghalalkan segala cara. Mereka tidak lagi berfikir, mana yang seusai syari’at dan mana yang tidak, mana yang halal dan mana yang haram, mana yang tauhid dan mana yang syirik.

Hal yang menyebabkan banyak orang terjebak pada praktik pengobatan sesat adalah angapan bahwa cara apa pun adalah bagian dari usaha yang diperbolehkan, sedangkan hasilnya adalah Allah Ta’ala yang menentukan. Sikap serba boleh demi kesembuhan inilah yang menyebabkan banyak orang terjebak ke dalam dosa dan tidak selektif dalam memilih bentuk pengobatan. Semoga Allah Ta’ala melindungi kita semua dari hal ini.

***

Selesai disempurnakan di Rotterdam NL, 30 Muharram 1439/20 Oktober 2017

Oleh seorang hamba yang sangat butuh ampunan Rabb-nya,

Penulis: M. Saifudin Hakim

 

Share.

About Author

Lulus dari Fakultas Kedokteran UGM tahun 2009. Pada tahun 2013, menyelesaikan program pascasarjana (S2) di Research Master of Infection and Immunity, Erasmus Medical Center (EMC), University Medical Center Rotterdam, Belanda. Dosen di Bagian Mikrobiologi FK UGM. Alumni Ma’had Al-‘Ilmi, Yogyakarta.

Leave A Reply