Penyakit Terbanyak Di Pondok, Gatal-Gatal Dan Scabies/ Gudiken

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Gatal secara umum banyak penyebabnya bisa karena jamur, bakteri, serangga, parasit serta kutu. Untuk membedakannya perlu mempelajarinya lebih dahulu atau dilakukan oleh tenaga kesehatan yang ahli. Perlu dibedakan karena ini berkaitan dengan diagnosis dan pengangannya nanti yang berbeda-beda sesuai dengan penyebabnya. Bahkan jika salah maka penyakit tersebut  bisa bertambah parah misalnya gatal karena jamur jika diberi salep kortikosteroid maka akan bertambah parah.

 

penanganan umum gatal-gatal ringan

-sebisa mungkin jangan digaruk-garuk

-dicari penyebab gatal, jika alergi terhadap sesuatu maka jauhi alergen tersebut

-keringkan keringat, gunakan bedak tabur atau bedak kocok untuk memberikan cooling effect

Boleh juga diolesi dengan minyak tawon, telon  minyak lainnya. jangan berlebihan karena bisa menimbulkaniritasi·

-bantu  agar “lupa” pada rasa gatalnya, bisa dialihkan perhatiannya pada kegiatan lain

-diberi obat ringan:

1. Antihistamin

-Antihistamin golongan 1 [membuat mengantuk]seperti

  • CTM 3-4 x1
  • Diphenhidramin 3-4 x 1
  • Dimenhidrinat[antimo]3-4 x 1

-Antihistamin golongan 2 [tidak membuat mengantuk]seperti

  • Cetirizin 1-2 x 1
  • Loratadin 1-2 x1
  • Mebhydrolin napasidilat 3×1

2.Kortikosteroid

Digunakan sebagai terapi tambahan pada kasus gatal yang agak berat seperti

  • Deksamethason 3×1
  • Metilpredsisolon 3×1
  • Prednison 3×1

NB: tidak boleh diberikan pada kasus gatal karena jamur dan penderita maag

 

3.Kombinasi antihistamin dan kortikosteroid

Dengan merek dagang seperti,

-cortamine 3×1

-dextuson 3×1

-lorson 3×1

 

Scabies/gudiken

sering dibilang penyakitnya anak pondok karena penyakit yang paling sering dan paling banyak terkena anak pondok.Sampai ada ungkapanbahwa “belum afdhol bagi seseorang yang nyantri di pondok pesantren bila belum terkena gudiken.”. ditambah lagi rasa malu memberi tahu sakitnya terutama wanita.

 

Penyebab:

-disebabkan tungau (kutu/mite) Sarcoptes scabei

-Kecil ukurannya, hanya bisa dilihat dibawah lensa mikroskop

-hidup didalam jaringan kulit penderita

-hidup membuat terowongan yang bentuknya memanjang dimalam hari. Itu sebabnya rasa gatal makin menjadi-jadi dimalam hari, sehingga membuat orang sulit tidur.

-penyakit kulit dengan rasa gatal nomor satu

 

Penularan:

-menular dari hewan ke manusia manusia ke hewan, bahkan dari manusia ke manusia

-penularannya lewat kontak langsung maupun tak langsung antara penderita dengan orang lain, melalui kontak kulit, baju, handuk dan bahan-bahan lain yang berhubungan langsung dengan si penderita. anak pesantren suka bertukar, pinjam-meminjam pakaian, handuk, sarung bahkan bantal, guling dan kasurnya.

-Tempat favorit adalah daerah-daerah lipatan kulit, seperti telapak tangan, kaki, selakangan, lipatan paha, lipatan perut, ketiak dan daerah vital.

-sering digaruk sehingga muncul infeksi sekunder

 

Diagnosis:

Diagnosis pasti dengan membuat kerokan kulit,dikerokan hingga kulit mengeluarkan darah karena Sarcoptes betina bermukim agak dalam di kulit dengan membuat terowongan. Dilarutkan dengan larutan KOH 10 persen. Dilihat dengan mikroskop perbesaran 10-40 kali.

Ada 4 tanda utama:

  1. Pruritus nokturna, artinya gatal pada malam hari.
  1. Menyerang manusia secara berkelompok
  2. Adanya terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang 1 cm. Terkadang disertai infeksi sekunder
  3. Menemukan tungau/kutu

 

Terapi:

-obat gatal histamin dan kortikosteroid

-minyak gosok dan minyak angin bisasanya tidak mempan

-jenis obat: Permetrin, Malation, Emulsi Benzil-benzoas (20-25 %), Sulfur, Monosulfiran, gameksan, Krotamiton 10 %,

-obat yang mudah didapat:

  1. salep 2-4
  2. scabisite
  3. scabimite

cara penggunaan: dioleskan pada hampir seluruh tubuh [jika bisa]dan biarkan selama 1 hari penuh

pembasmian:

perlu dibasmi secara serentak dan bersamaan supaya tidak menjadi fenomena “ping-pong” . pembasmian berupa:

-semua yang terkena wajib diobati

-membersihkan semua tempat yang dicurigai, kasur dijemur, pakaian, selimut jika bisa dicuci dengan air hangat/panas

-memperbaiki pola hidup sehat

 

sebab lain gatal:

jamur, virus, alergi, dermatitis kontak [gatal karena sering terkena sabun cuci, sering tertekan oleh jam tangan dan lain-lain]

 

catatan:

jika gatal menyebar cepat ke seluruh tubuh dan muncul bentol-bentol banyak dan merah-merah segera bawa ke rumah sakit

 

penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.kesehatanmuslim.com

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter. Add PIN BB  Kesehatan Muslim: 32356208

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

jika ingin konsultasi gratis, silahkan kirim pertanyaan di sini

 

Share.

About Author

alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh pendidikan spesialis patologi klinik di FK UGM

3 Comments

  1. saya juga dulu dipondok pernah mengalaminya. Mungkin penyebabnya gak jauh beda dengan apa telah dipaparkan diatas. Tapi sedikit analisa saya pribadi, faktor penyebab terbesarnya adalah belum terbentuknya tingkat kedewasaan untuk merawat diri.

  2. yazidhamas2016 on

    Wah nampaknya harus ada promosi kesehatan utk pencegahannya…..hhmmm infection control di komunitas terutama pesantren….

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.