Puasa Kondisi Khusus (1) : Puasa Bagi Lansia

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Bulan Ramadhan telah tiba. Banyak keutamaan pada bulan ini, diantaranya adalah dilipatgandakannya pahala amal ibadah dan diampuninya dosa-dosa. Tentu kita tidak ingin melewatinya dengan sia-sia, bahkan kita tidak ingin niatan amal soleh di bulan Ramadhan ini terhalang oleh sesuatu, terutama sakit. Demikianlah harapan kita, namun apa yang hendak dikata jika qadarullah (karena takdir Allah) kita dapati diri kita dalam kondisi kesehatan yang kurang mendukung terlaksananya ibadah puasa. Janganlah kita berkecil hati, pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai puasa dalam kondisi khusus, seperti pada orang yang sudah lanjut usia (lansia), dan orang dengan penyakit tertentu seperti sakit maag, diabetes, kadar asam urat berlebih, dan hipertensi.

Puasanya Lansia (Lanjut usia)

Para lansia cenderung memiliki keinginan berpuasa yang lebih tinggi walaupun kondisi fisik mereka sudah mulai menurun. Bahkan, para lansia memiliki kecenderungan berlomba-lomba memperbanyak ibadah, mengingat usia yang sudah tidak muda lagi. Pada dasarnya, tidak ada larangan bagi lansia untuk berpuasa. Bahkan, berdasarkan banyak pengalaman dari lansia yang berpuasa, justru merasakan banyak manfaat bagi kesehatannya.

Penelitian menunjukkan tidak ada gangguan fungsi ginjal pada kaum lansia yang berpuasa selama asupan cairan tubuhnya terpenuhi, yaitu antara 1.5 – 2 liter/hari. Hasil penelitian juga menunjukkan terjadinya penurunan asupan kalori, kolesterol total, LDL, trigliserida, dan asam urat bagi para lansia yang berpuasa. Meskipun demikian, puasa harus dilakukan dengan niat ikhlas untuk mengharap wajah Allah ‘azza wa jalla. Sedangkan nikmat kesehatan, itu hanyalah hikmah ikutan saja dari melakukan puasa, dan bukan tujuan utama yang dicari-cari.

Meskipun para lansia memiliki semangat yang tinggi, namun harus tetap mempertimbangkan kondisi kekuatan fisiknya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh lansia yang ingin berpuasa :

* Pastikan bahwa kondisi fisik masih kuat dan mampu untuk melaksanakan puasa.

Dalam hal ini bisa dipastikan dengan memeriksakan diri ke dokter. Selain memeriksa fisik, biasanya seorang dokter juga akan meminta dilakukan pemeriksaan laboratorium (darah, urin) untuk mendeteksi adanya penyakit tertentu, seperti kadar gula, kolesterol, asam urat, dan lain-lain. Selanjutnya banyak berkonsultasi dan minta nasehat terkait dengan kondisi kesehatan jika nantinya berpuasa.

* Tidak sedang mengalami penyakit komplikasi atau penyakit infeksi yang berat.

* Hendaknya memilih aneka ragam makanan padat gizi dan jangan hanya mengandalkan suplemen. Banyak mengonsumsi makanan berserat, minum cukup cairan (1,5-2 L per hari), kurangi lemak dan kolesterol, batasi garam dan konsumsi gula.

* Tetap berolahraga dan aktif secara fisik. Sesuaikan dengan kemampuan fisik, mengingat dari segi usia yang sudah tidak muda lagi. Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai olah raga.

Semoga bermanfaat.

*****

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter. Add PIN BB  Kesehatan Muslim: 32356208

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

Share.

About Author

Alumni Fakultas Kedokteran UGM. Saat ini aktif menulis berbagai artikel kesehatan. Di antara tulisan yang sudah dibukukan adalah buku Panduan Kesehatan Wanita

Leave A Reply