Punya Obat Rutin? Begini Caranya Agar Tidak Lupa

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Diantara kita tidak ada yang ingin terus menerus mengkonsumsi obat-obatan. Bahkan bagi sebagian besar orang, obat adalah pilihan kesekian setelah melalukan ikhtiar lainnya. Namun tidak bisa kita pungkiri pula bahwa sebagian kecil pasien harus menggunakan obat-obatan rutin yang dikonsumsi beberapa pekan hingga berbulan-bulan dan bertahun-tahun. Misalnya pada penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes untuk mengurangi komplikasi, penderita TBC dan infeksi lain yang membutuhkan antibiotik dalam waktu yang lama untuk menghindari resistensi (kebalnya bakteri terhadap obat). Penyakit lainnya seperti Epilepsi yang terbukti dapat mengurangi tingkat kekambuhan setelah pemakaian obat yang cukup lama. Pun orang-orang dengan kondisi khusus membutuhkan penambahan suplemen seperti vitamin, asam folat atau zat besi untuk menjaga kondisi kesehatannya. Lupa minum obat adalah masalah yang paling sering memicu kegagalan pengobatan pasien yang harus minum obat dalam waktu yang lama.


Saat ‘terpaksa’ harus minum obat dalam jangka waktu yang lama, maka sejatinya kita telah sadar bahwa lupa minum obat akan sangat mungkin terjadi. Jadi tanyakan kepada dokter/apoteker anda apa yang harus dilakukan apabila terlupa minum obat. Perbedaan jenis obat, penyakit serta frekuensi minum obat akan berbeda penanganannya saat lupa. Ada yang bisa langsung ke dosis selanjutnya tanpa mengganti, ada yang harus segera diminum kapanpun ia ingat, ada yang tidak perlu diganti namun jadwal minum obat digeser dst. Berinisiatiflah untuk bertanya saat dokter terlupa menjelaskan.
Berikut beberapa tips dan saran penulis untuk mensiasati kebiasaan lupa minum obat ini

2. Jadwal yang rapi

Buat jadwal minum obat dan ceklistnya, khususnya utk obat rutin dengan jenis yang banyak dan diminum beberap kali sehari. Sertakan tanggal, pembagian waktu (pagi, siang, sore, malam) beserta jamnya dan kolom keterangan jenis obat sebagai pengingat. Minta bantuan dokter atau apoteker untuk mengkoreksi jadwal yang anda buat.

  1. Unit Dose Dispensing (UDD) di rumah

Apabila anda telah membuat jadwal minum obat luangkan waktu 30 menit atau 1 jam untuk meracik UDD, yaitu membagi obat untuk sekali minum. UDD sudah banyak diterapkan di rawat inap RS untuk memudahkan pasien. Misalnya kita mendapat resep 5 obat rutin. Ada yang dikonsumsi 2 kali sehari (setiap 12 jam), 3 kali sehari (setiap 8 jam), dan 1 kali sehari. Untuk membuat UDD, obat dalam bentuk strip dan blister digunting satu persatu terlebih dahulu, siapkan plastik klip kecil yang tlah diberi sticker warna yang berbeda utk setiap waktunya. Obat yang diminum pada pagi hari dimasukkan ke dalam plastik klip untuk pagi (sesuai warna), obat siang di plastik dengan warna sticker yang berbeda dst. Siapkan 7 box atau 7 plastik klip yang lebih besar, lalu masukkan semua obat untuk satu hari ke dalam satu plastik. Buatlah stok obat untuk satu atau 2 pekan. Metode ini selain menghemat waktu memilah2 obat saat akan diminum juga membantu mengontrol apakah obat sudah diminum atau ternyata kita terlupa dengan hanya melihat sisa obat dalam klip. Dengan banyaknya obat, kadang kita tidak sadar bahwa kita pernah terlupa dan baru paham setelah obat tersisa. Dengan UDD kita juga tidak perlu membawa semua obat saat harus melakukan perjalanan.

  1. Pill box

Bagi anda yang tidak mau repot membuat UDD, anda bisa menggunakan pill box. Pada pill box sudah ada keterangan hari hingga pembagian waktu seperti UDD. Anda hanya perlu meletakkan obat-obat pada sesuai keterangan pada box.

  1. Alarm

Apabila anda terlalu sering lupa minum obat, tidak ada salahnya mengaktifkan alarm pada sesuai jadwal. Bahkan pill box pun sudah ada yang dilengkapi alarm pengingat sehingga semakin memudahkan pasien.

 

Yang harus dipahami adalah, penggunaan obat rutin bukan hanya memperbaiki kondisi saat ini saja, tapi juga menghindari resiko dan mudharat yang lebih besar apabila tidak diperhatikan. Komplikasi, kekambuhan dan resistensi bakteri bisa muncul sebagai akibat kurang perhatian terhadap penggunaan obat rutin. Ikhtiar dengan obat-obatan juga harus didukung dengan gaya hidup yang semakin baik sehingga hasil pengobatannya lebih optimal. Semoga yang diuji dengan sakit diberi ganjaran pahala atas kesabaannya dan dimudahkan dalam ikhtiar penyembuhannya.

 

Penulis : Titi Komalasari, S. Farm.

Artikel KesehatanMuslim.com

Share.

Leave A Reply