Sekilas Tentang Inisiasi Menyusi Dini bagi Bayi Baru Lahir

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Tidak diragukan lagi bahwa inisiasi menyusui dini yang dilakukan oleh Ibu kepada bayi yang baru lahir memberikan manfaat yang banyak. Untuk memulainya:

  1. Begitu lahir, bayi diletakkan di perut ibu yang sudah dialasi kain kering.
  2. Keringkan seluruh tubuh bayi termasuk kepala secepatnya, kecuali kedua tangannya.
  3. Tali pusat dipotong lalu diikat.
  4. Vernix (zat lemak putih) yang melekat di tubuh bayi sebaiknya tidak dibersihkan karena zat ini membuat nyaman kulit bayi.
  5. Tanpa dibedong, bayi langsung ditengkurapkan di dada atau perut ibu sehingga terjadi kontak kulit bayi dan kulit ibu.
  6. Ibu dan bayi diselimuti bersama-sama. Jika perlu, bayi diberi topi untuk mengurangi pengeluaran panas dari kepalanya.

Kontak kulit & menyusu sendiri sangat penting bagi ibu bayi karena:

  1. Dada ibu menghangatkan bayi dengan tepat selama bayi merangkak mencari payudara. Ini akan menurunkan kematian karena kedinginan (hypothermia).
  2. Saat merangkak mencari payudara, bayi memindahkan bakteri dari kulit ibunya, dan dia akan menjilat-jilat kulit ibu, menelan bakteri baik di kulit ibu. Bakteri baik ini akan berkembang biak membentuk koloni di kulit dan usus bayi, menyaingi bakteri jahat dari lingkungan.
  3. Ikatan kasih sayang antara ibu-bayi akan lebih baik karena pada 1-2 jam pertama, bayi dalam keadaan siaga. Setelah itu biasanya bayi tidur dalam waktu lama.
  4. Ibu dan bayi merasa lebih tenang. Pernapasan dan detak jantung bayi lebih stabil. Bayi akan lebih jarang menangis sehingga mengurangi pemakaian energi.
  5. Makanan awal non ASI mengandung zat putih telur yang bukan berasal dari susu manusia, misalnya susu hewan. Hal ini dapat mengganggu pertumbuhan fungsi usus dan mencetuskan alergi lebih awal.
  6. Bayi yang diberi kesempatan menyusu dini lebih berhasil menyusui eksklusif dan akan lebih lama disusui.
  7. Hentakan kepala bayi ke dada ibu, sentuhan tangan bayi diputing susu dan sekitarnya, emutan dan jilatan bayi pada puting ibu merangsang pengeluaran hormon oksitosin.
Proses menyusui bayi pertama kali dilakukan oleh ibu dalam 1 jam pertama pascapersalinan. Pada persalinan dengan tindakan misalnya seksio sesaria, proses IMD tetap dapat dilakukan. Dalam keadaan asfiksia, bayi diperbolehkan tidak mendapat IMD. Dalam keadaan ini bayi memerlukan pertolongan segera untuk life saving (penyelamatan hidup).

Jika ibu melahirkan di rumah sakit, mintalah kepada petugas untuk penggabungan perawatan bersama bayi karena perawatan gabung ibu dan bayi dalam 24 jam setelah melahirkan memperbesar kesempatan untuk terjadi optimalisasi inisiasi menyusu dini. Selama memungkinkan, ibu dan bayi harus tetap disatukan selama rawat inap di RS. Suatu penelitian menunjukkan bahwa wanita  yang bayinya dirawat di ruang terpisah memiliki rerata volume ASI yang lebih rendah secara bermakna daripada wanita yang digabung ruang perawatannya dengan bayinya.

 

Bayi-bayi dengan usia kehamilan 34-36 minggu atau lebih, dapat memenuhi semua kebutuhannya langsung dari ASI. Berdasarkan hasil penelitian refleks hisap, diketahui bahwa refleks hisap yang efektif baru timbul pada bayi dengan usia kehamilan 34 minggu. Oleh sebab itu, bila memungkinkan bayi baru lahir diletakkan pada payudara ibu segera setelah dikeringkan dan dilakukan penilaian pada menit pertama karena:

  1. Penelitian menunjukkan bahwa semakin cepat bayi baru lahir dilekatkan pada payudara ibu, semakin besar keberhasilan ibu dalam menyusui. Hal ini didukung oleh suatu studi yang menunjukkan bahwa ibu yang bayinya menghisap dalam 2 jam pertama postpartum memiliki volume ASI yang lebih banyak secara bermakna pada hari keempat daripada yang tidak. Rerata volume ASI adalah 284 ml  dan 184 ml. Bayi yang menyusu dalam 2 jam pertama pasca persalinan memiliki berat badan yang lebih tinggi secara bermakna dibandingkan bayi yang tidak menyusu yaitu 3.547,9 gram berbanding 3.290,5 gram Stimulasi puting dengan penghisapan dapat mempercepat kala tiga dengan mempercepat oksitosin maternal yang merangsang kontraksi uterus.
  2. Meyakinkan ibu bahwa bayi dalam keadaan sehat.

Maka bagi para wanita yang sedang hamil beserta suami, jangan sepelekan inisiasi menyusui dini. Mintalah kepada tenaga kesehatan yang membantu persalinan untuk diberikan kesempatan melakukan inisiasi dini karena hal tersebut adalah hak  dasar bayi yang baru lahir.

 

Semoga bermanfaat.

 

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter.

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini

Share.

About Author

Alumni Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Aktif sebagai kontributor di www.kesehatanmuslim.com.

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.