Semprotan Air bagi Jamaah Haji dan Umroh, untuk Apa?

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Dalam berbagai tayangan aktivitas ibadah haji dan umroh, tak jarang kita melihat petugas menyemprotkan air ke kerumunan jamaah. Bahkan para petugas kesehatan haji menghimbau jamaah untuk menyiapkan air yang akan digunakan oleh jamaah haji untuk disemprotkan ke badannya (baca https://puskeshaji.kemkes.go.id/berita/2022/6/4/promosi-kesehatan-berhasil-jamaah-antri-mengisi-botol-semprotan-air ). Apa manfaat semprotan air tersebut?

Suhu Ekstrim Dapat Memicu Heat Related Illness
Sebagaimana kita tahu bahwa suhu siang hari di Saudi Arabia amatlah panas, bahkan dapat mencapai 46⁰C. Suhu ekstrim tersebut dapat memicu berbagai gangguan kesehatan akibat cuaca panas, yang disebut dengan heat related illness.

Heat related illness memiliki banyak macam dengan keparahan yang bertingkat-tingkat. Mulai dari sekedar ruam, dehidrasi, nyeri kepala, lemas, pingsan, bahkan dapat berupa heat stroke yang mengancam jiwa.

Untuk mencegah heat related illness, tubuh kita berusaha keras untuk mengeluarkan panas berlebih dari dalam tubuh. Di antaranya adalah dengan peningkatan uap air melalui kulit. Nah, ada hal-hal yang dapat kita lakukan untuk membantu tubuh mengeluarkan panas. Di antaranya ialah:

1. Banyak minum. Lebih utama minum air dingin.
2. Menyemprotkan air ke tubuh. Penyemprotan ke wajah lebih efektif karena wajah termasuk bagian tubuh yang memiliki banyak pembuluh darah sehingga panas tubuh banyak dikeluarkan dari wajah. Dengan menyemprotkan air ke wajah, panas tubuh dapat dikurangi secara cepat.

Kaitan dengan Hadits ‘Dinginkanlah Demam dengan Air'”
Terdapat hadits yang menjelaskan salah satu pengobatan ‘demam’ adalah dengan air dingin. Demam seperti apa yang dimaksud? Kami cantumkan hadits dan penjelasan Ust. dr. Raehan Bahraen yang dimuat di situs muslimafiyah.com berikut ini.

Dari Nafi’, dari ‘Umar radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
عن نافع، عن ابن عمر، أن النبي صلى الله عليه وسلم قال:
«إنما الحمى أو شدة من فيح جهنم، فأبردوها بالماء»

”Sesungguhnya demam atau demam yang sangat adalah sebagian dari aroma neraka jahannam; maka dinginkanlah ia dengan air”. [Mutafaqun alaihi]

Dijelaskan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah,
وقد أشكل هذا الحديث على كثير من جهلة الأطباء، ورأوه منافيا لدواء الحمى وعلاجها، ونحن نبين بحول الله وقوته وجهه وفقهه، فنقول: «خطاب النبي صلى الله عليه وسلم نوعان: عام لأهل الأرض، وخاص ببعضهم، فالأول «كعامة خطابه، والثاني: كقوله: «لا تستقبلوا القبلة بغائط» . ولا بول، ولا تسدبروها، ولكن شرقوا، أو غربوا» «2» ، فهذا ليس بخطاب لأهل المشرق والمغرب ولا العراق، ولكن لأهل المدينة وما على سمتها، كالشام وغيرها. وكذلك قوله: «ما بين المشرق والمغرب قبلة» » .وإذا عرف هذا، فخطابه في هذا الحديث خاص بأهل الحجاز، وما والاهم، إذ كان أكثر الحميات التي تعرض لهم من نوع الحمى اليومية العرضية الحادثة عن شدة حرارة الشمس وهذه ينفعها الماء البارد شربا واغتسالا
“Hadits ini menimbulkan banyak masalah bagi dokter yang bodoh, yang memandangnya sabagai peniadaan pengobatan bagi penyakit demam dan pencegahannya. Kami akan menjelaskan -dengan daya dan kekuatan Allah- segi dan maknanya.
Maka kami katakan: Seruan Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam ada dua macam:
yang umum bagi penduduk bumi dan yang khusus bagi sebagian mereka.
yang pertama misalnya seruan baliau pada umumnya.
Dan yang kedua seperti ucapan beliau: ”Janganlah kamu menghadap kiblat dengan tahi dan air kencing. Dan jangan pula kamu membelakanginya; akan tetapi menghadaplahh ke timur atau ke barat”. Ini bukanlah seruan kepada penduduk timur atau penduduk barat, juga bukan penduduk Irak. Tetapi ia adalah seruan kepada pendudukk Madinah dan kawasan yang serupa dengannya seperti syiria dan yang  lain. Juga ucapan baliau: “Apa yang ada diantara  timur dan barat adalah kiblat”. Apabila yang demikian diketahui, maka seruan beliau didalam hadits ini adalah khusus bagi penduduk Hijaz dan siapa yang ada di sekitar mereka, sebab kebanyakan demam yang menyerang mereka dari jenis demam matahari dan aksidental yang terjadi karena terik sinar matahari. Dan ini dapat diatasi dengan air yang dingin, baik minum atau pun mandi.” [Tibbun Nabawi hal 20, maktabah Ats-Tsaqafiy, Koiro, Tahqiq Dr. Hamid Muhammad Ath-Thohir]

Wallahu a’lam.

Referensi:
Anonymous 2022, Promosi Kesehatan Berhasil, Jamaah Antri Mengisi Botol Semprotan Air, cited June 15th, 2022 available at https://puskeshaji.kemkes.go.id/berita/2022/6/4/promosi-kesehatan-berhasil-jamaah-antri-mengisi-botol-semprotan-air
Bahraen, R 2012, Pandangan Kedokteran Modern Tentang Hadist Shahih “Demam Didinginkan Dengan Air” [online], cited June 15th 2022 available at https://muslimafiyah.com/pandangan-kedokteran-modern-tentang-hadist-shahih-demam-didinginkan-dengan-air.html
Szekely, M, Carletto, L & Garami, A 2015, The pathophysiology of heat exposure, Temperature 2:4, 452

Share.

1 Comment

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.