Takut Memeriksakan Wasir Karena Khawatir Dioperasi

ambeyen

Tidak sedikit yang khawatir memeriksakan dirinya ketika terkena wasir, ia sudah tahu ini adalah gejala wasir: berdarah ketika BAB, sakit ketika duduk atau ada perasaan mengganjal ketika duduk. Perlu diketahui bahwa tidak semua wasir (nama lainnya ambeyen atau istilah medisnya haemorrhoid) harus dioperasi. Pengobatan wasir dilakukan berdasarkan derajat keparahannya. Derajat keparahan sesuai dengan gejala-gejala yang muncul. Derajat wasir sebagi berikut:

1. Derajat I : Perdarahan merah segar tanpa rasa nyeri dan rasa gatal.
2. Derajat II : Perdarahan, menonjol, nyeri, dan reposisi spontan (penonjolan bisa dikembalikan masuk ke dalam dengan tangan).
3. Derajat III : Perdarahan, mononjol, sangat nyeri, dan reposisi manual.
4. Derajat IV : Perdarahan, tonjolan tetap, nyeri terus menerus, dan tidak dapat direposisi.

 

Secara umumPengobatan Wasir ada dua cara yaitu

[1] tanpa operasi dan

[2] dengan cara operasi.

1.Pengobatan tanpa operasi (umumnya untuk derajat I dan II):
1. Salep atau suppositori  (obat peluru dimasukan di anus)

2. Suntikan yang dapat adalah menyumbat pembuluh darah dan mengecilkan bantalan pembuluh darah.

3. Infrared coagulation (IRC)dengan prinsip pemberhentian perdarahan dengan sinar infra merah.
2.Pegobatan dengan operasi (umumnya untuk derajat III dan IV)

Hasil lebih baik dan kemungkinan kambuh kembalinya wasir lebih kecil

Ada kemungkinan wasir dapat kambuh kembali. Oleh karena itu perlu menghindari dan meminimalkan faktor resiko penyebab terjadinya wasir. Faktor resiko tersebut adalah:
-mengejan saat buang air besar

-Cara buang air besar yang salah (lebih banyak memakai jamban duduk, terlalu lama duduk di jamban sambil membaca)

-peningkatan tekanan intra abdomen (tekanan di dalam perut)  yang disebabkan oleh tumor (tumor usus, tumor abdomen), kehamilan (disebabkan karena tekanan janin pada abdomen dan perubahan hormonal).

– usia tua

-Penyakit kronik susah BAB kronik

– diare kronik atau diare yang berlebihan

-hubungan seks per-anal

– kurang minum air

– kurang makan makanan berserat (sayur dan buah)

-kurang olahraga

 

Demikian semoga bermanfaat.

 

penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.kesehatanmuslim.com

 

 

silahkan like fage Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter

 

 

 

About Author

dr. Raehanul Bahraen

alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh pendidikan spesialis patologi klinik di FK UGM

View all posts by dr. Raehanul Bahraen »

Leave a Reply