Tidak menghadiri shalat berjamaah karena sakit

/ Oleh / Bimbingan Islam, Hukum Islam / No comments

Pertanyaan :

Sejak kaki kiri saya terpotong akibat penyakit diabetes (penyakit gula) dan hipertensi (tekanan darah tinggi), saya tidak bisa melakukan sholat berjama’ah di masjid. Akan tetapi saya menjaga untuk tetap sholat berjama’ah di rumah. Disini saya ingin menanyakan kepada Anda –Baarakallahu fiikum– terkait hadits riwayat Muslim yang mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengizinkan Ibnu Ummi Maktum untuk meninggalkan jama’ah padahal beliau orang yang buta.  Maka apakah kondisi sakitku seperti ini dapat menjadi udzur bagi saya untuk meninggalkan sholat berjama’ah di masjid? Perlu diketahui bahwasanya masjid di dekat rumah memiliki tujuh buah anak tangga, seandainya masjid tersebut memiliki tangga yang sedikit, dengan kemampuan maksimak saya, saya akan merangkak sehingga saya bisa hadir sholat berjama’ah dan saya sholat sambil duduk?.

Jawab :

Jika kondisi Anda seperti apa yang Anda ceritakan, maka Anda termasuk orang yang mendapat udzur untuk tidak melaksanakan sholat berjama’ah di masjid, Allah berfirman “Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama” (QS Al Hajj 78) dan juga “Maka bertaqwalah kepada Allah menurut kesanggupanmu” (QS At Taghaabun 16). Begitu juga terdapat hadits shohih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Jika aku perintahkan kepada kalian suatu perintah, maka lakukanlah perintah tersebut sesuai dengan kemampuanmu”. Wa billahit taufiq, wa shallallahu ‘ala nabiyyinaa Muhammad wa aalihi wa shohbihi  wa sallam.

Dijawab oleh Lajnah Daimah dalam buku Jaami’ Fataawat Thobiibi Wal Mariidh kry Abdurrahman Mohammad Foda hal 127.

 

Penerjemah: Muhammad Darus Salam
Mahasiswa Ilmu Gizi UGM

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter. Add PIN BB  Kesehatan Muslim: 32356208

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

About Author

Leave a Reply