Tips Bercinta di Bulan Mulia

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Menjalankan ibadah puasa bukan hanya menahan rasa lapar dan haus, namun juga menahan hawa nafsu, termasuk nafsu seks. Meski demikian, bukan berarti Anda harus menghentikan aktivitas hubungan initm tersebut secara total. Berikut kiat-kiat agar pasangan suami istri tetap bisa melakukan hubungan intim di Bulan Ramadhan dan tidak mengganggu aktifitas ibadah yang ada.

Pilih Waktu Yang Tepat

Yang jelas, terlarang berhubungan intim saat sedang puasa. Hal itu akan membatalkan puasa, bahkan termasuk dosa besar, serta pelakunya wajib mengganti puasanya dan membayar kafarah.

Dalilnya adalah hadits Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, “Suatu hari kami pernah duduk-duduk di dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian datanglah seorang pria menghadap beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu pria tersebut mengatakan, “Wahai Rasulullah, celaka aku.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apa yang terjadi padamu?” Pria tadi lantas menjawab, “Aku telah menyetubuhi istri, padahal aku sedang puasa.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah engkau memiliki seorang budak yang dapat engkau merdekakan?” Pria tadi menjawab, “Tidak”. Lantas Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi, “Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?” Pria tadi menjawab, “Tidak”. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi, “Apakah engkau dapat memberi makan kepada 60 orang miskin?” Pria tadi juga menjawab, “Tidak”. Abu Hurairah berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas diam. Tatkala kami dalam kondisi demikian, ada yang memberi hadiah satu wadah kurma kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,“Di mana orang yang bertanya tadi?” Pria tersebut lantas menjawab, “Ya, aku.” Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Ambillah dan bersedakahlah dengannya.” Kemudian pria tadi mengatakan, “Apakah akan aku berikan kepada orang yang lebih miskin dariku, wahai Rasulullah? Demi Allah, tidak ada yang lebih miskin di ujung timur hingga ujung barat kota Madinah dari keluargaku. ” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu tertawa sampai terlihat gigi taringnya. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallamberkata, “Berilah makanan tersebut pada keluargamu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Adapun ketika di malam hari, pasangan suami istri boleh berhubungan intim. Ada kesempatan untuk melakukan hubungan intim setelah berbuka puasa sampai sebelum waktu subuh. Anda bisa melakukannya setelah shalat tarawih, atau pada saat sebelum makan sahur. Hindari berhubungan seks setelah makan. Hal ini tidak baik bagi bagi pencernaan dan kesehatan tubuh Anda.

Lakukan Dengan Rileks

Sebagian  pasangan menganggap, berhubungan intim di bulan Ramadan akan menodai kesucian bulan itu. Hal itu tidaklah tepat, karena hubungan seks sendiri merupakan fitrah manusia. Asal dilakukan di waktu yang tepat, seks tak membatalkan puasa. Bahkan agama menyatakan hubungan seks yang dilakukan pasangan suami istri adalah ibadah. Jika Anda melakukannya dengan senang hati pasti akan terasa nikmat dan pasangan pun jadi bahagia. Bagi seorang istri, jangan sesekali Anda menolak “ajakan suami”, karena itu terlarang dan mendapat ancaman laknat dari para malaikat.

Hubungan Seks Kilat

Berpuasa, mau tak mau, membuat keadaan fisikAnda menjadi lemah. Belum lagi waktu kerja dan aktifitas yang begitu padat. Oleh karena itu, waktu yang ada harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Kesempatan untuk melakukan hubungan intim juga sangat sempit, maka melakukan hubungan seks instan atau seks kilat bisa dijadikan solusi. Yang penting aktiviti seks Anda tidak terhenti selama sebulan di Bulan Ramadhan. Seks singkat lebih baik daripada tidak melakukan hubungan seks sama sekali.

Boleh Mandi Junub Setelah Adzan Subuh  

Setelah berhubungan, pasangan diwajibkan membersihkan diri dengan mandi junub. Perlu diingat, mandi junub ini dilakukan jika kita hendak melakukan salat wajib. Jadi salah jika ada anggapan kita harus mandi junub sebelum adzan subuh. Lakukan saja mandi junub sebelum shalat Subuh tiba. Mandi junub bisa dilakukan segera setelah berhubungan, atau boleh juga ditunda. Tidak mengapa melewati waktu subuh masih dalam kondisi junub.

Fokus Ibadah di 10 Hari Akhir Ramadhan

Memasuki 10 hari terakhir, Nabi kita mengajarakan untuk fokus beribadah. Bahkan beliau menjauhi istri-istri beliau.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih giat lagi untuk beribadah di akhir-akhir bulan Ramadhan. Bahkan beliau sampai bersengaja meninggalkan istri-istrinya demi konsentrasi dalam ibadah. Dan juga alasan semangat ibadah kala itu yaitu untuk menggapai lailatul qadar, malam yang lebih mulia dari 1000 bulan.

Ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan

كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ -أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah (dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” Muttafaqun ‘alaih. (HR. Bukhari dan Muslim).

Semoga bermanfaat.

*****

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter. Add PIN BB  Kesehatan Muslim: 32356208

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

Share.

About Author

1 Comment

  1. assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatu. ana amnur di tembilahan riau. ingin bertanya: bagaimana syarat dan ketentuannya jika ana menjadi reseller dari majalah kesehatan muslim. demikian, syukron wa jazaakallahu khair.

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.