Tips Mencegah Dehidrasi Selama Haji dan Umrah

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Salah satu yang sering menimpa dan cukup berbahaya jika tidak segera ditangani adalah Dehidrasi yang di alami oleh jamaah haji dan umrah.  Dehidrasi adalah kekurangan cairan tubuh dan terjadi gangguan dalam keseimbangan cairan pada tubuh. Disebabkan karena pengeluaran cairan lebih banyak daripada yang masuk,  Gangguan keseimbangan cairan tubuh ini disertai dengan gangguan keseimbangan elektrolit tubuh, sedangkan elektrolit memiliki peranan yang cukup penting bagi tubuh kita.

Beberapa penyebab terjadinya dehidrasi pada jamaah haji dan umrah.

  1. Suhu dan cuaca di Mekkah cukup tinggi bisa mencapai 40 derajat celcius bahkan di Madinah ketika musim panas bisa mencapai 50 derajat celcius. Demikian juga rendahnya kelembaban di tanah suci sehingga jamaah rentan terkena dehidrasi.
  2. Aktifitas fisik yang cukup menyita energi dan membuat berkeringat selama ibadah haji. Dan beberapa jamaah tidak terlalu peduli dengan kesehatan yang penting bisa ibadah, rasa haus tidak terlalu dipedulikan dan kelelahan tetap dipaksakan. Beberapa jamaah juga tidak sadar bahwa mereka akan dehidrasi
  3. Beberapa jamaah haji sibuk mengumpulkan air zam-zam, mereka berpikir bagaimana agar lebih banyak di bawa pulang ke tanah air tanpa peduli dengan mereka sendiri. Padahal mereka akan dapat jatah air zam-zam ketika pulang dan apa yang dikumpulkan juga tidak semua bisa dibawa pulang.
  4. Terkadang jamaah malas untuk pergi minum dan tidak membawa botol minuman, misalnya sudah dapat tempat shalat yang bagus (di depan kabah misalnya), ia enggan untuk pergi minum mengambil air zam-zam padahal ia sedang haus sekali akibat berdesak-desakan di depan kabah.

 

 

Berikut beberapa tips agah terhindar dari dehidrasi 

  1. Selalu membawa botol minuman secukupnya selama aktifitas ibadah haji dan umrah
  2. Sering-sering minum walaupun sedikit-sedikit dan usahakan 3-4 liter (minimal 10 gelas), tolak ukurnya adalah melihat warna urin ketika buang air kecil. Urin yang normal adalah jernih agak kekuningan, jika sudah berwarna kuning pekat maka ini pertanda kurang minum
  3. Bagi yang sering terkeda diare dan mual muntah, jangan lupa sering membawa obat antidiare dan berkonsultasi dengan petugas kesehatan haji. Diare , mual dan muntah bisa menyebabkan dehidrasi dalam waktu yang cepat
  4. Menghindari aktifitas di luar ibadah haji terutama terutama di udara terbuka. Misalnya terlalu sering jalan-jalan keluar untuk belanja dan cuci mata
  5. Cukup mengkonsumsi buah dan sayuran, alhamdulillah beberapa hotel dan penginapan menyediakan makanan sesuai dengan masakan indonesia. Pilih buah yang mengandung banyak cairan semisal semangka, apel , anggur dan lain-lain
  6. Bagi yang rentan dehidrasi, gunakan masker dan penutup kepala (kecuali sedang ihram) agar mencegah penguapan cairan tubuh.
  7. Bagi yang rentan juga, bisa membawa botol spray berisi air untuk membahasi tubuh dan meyemprot bagian dan kulit tubuh.
  8. Perlu mengetahui tanda-tanda awal dehidrasi yaitu  jarang BAK, urin warna kuning pekat atau coklat, terasa sangat kering di bibir, merasa sangat kelelahan yang mendominasi. Jika terjadi gejala ini, maka segera minum secera perlahan-lahan, segera isirahat ditempat yang teduh dan jika perlu konsultasi kepada dokter dan tim kesehatan.

 

dikutip dari buku “Sehat dan Mabrur saat Ibadah Haji dan Umrah” BUKU GRATIS program Kesehatan Muslim

penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.kesehatanmuslim.com

 

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter. Add PIN BB  Kesehatan Muslim: 32356208

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

jika ingin konsultasi gratis, silahkan kirim pertanyaan di sini

Share.

About Author

alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh pendidikan spesialis patologi klinik di FK UGM

Leave A Reply