Tips Menggunakan Obat

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Pastikan Obat Belum Kadaluarsa

Obat yang kadaluarsa dapat kehilangan khasiatnya, bahkan mungkin beracun. Saat menerima obat, lihat tanggal kadaluarsa yang tercantum di kemasan. Hindari pula obat-obat yang sudah berubah wujudnya maupun kemasannya. Sebagian obat kemasaanya menggembung setelah lama disimpan.

Perhatikan Cara Penyimpanan Obat

Obat yang sering diberikan kepada pasien biasanya memang dapat disimpan di suhu ruang. Anda perlu memberikan perhatian khusus pada obat-obat dengan sediaan: obat-obat yang dimasukkan ke anus/vagina, sirup, injeksi/suntikan, dan krim. Jangan ragu untuk menanyakan cara menyimpan obat kepada apoteker yang menyerahkan obat. Obat yang disimpan dengan cara yang salah dapat mengalami kerusakan dan kehilangan khasiat. Sebagai contoh, obat tablet vagina jika disimpan di suhu ruang dapat mencair. Contoh lain, obat oksitosin injeksi dapat kehilangan 50% khasiatnya jika dibiarkan 24 jam di suhu ruang.

Beberapa Obat Harus Diminum Sampai Habis, Mengapa?

Pernahkah Anda menerima obat dan diberi instruksi untuk menghabiskan obat? Mengapa demikian? Obat-obat antikuman, baik antibiotik, antivirus, maupun antijamur memang harus digunakan dalam jangka waktu tertentu meskipun pasien sudah tidak merasakan sakit. Demikian karena meskipun pasien sudah tidak merasakan sakit, mungkin masih terdapat sisa kuman yang menyebabkan sakit. Pembunuhan kuman penyebab sakit harus dituntaskan agar tidak terjadi resistensi. Resistensi ialah kekebalan kuman terhadap obat yang muncul karena ‘pembunuhan’ yang tidak tuntas sehingga kuman mampu memproduksi zat/komponen tertentu. Hal ini menyebabkan obat tidak lagi manjur untuk kuman tersebut.

Cara Menggunakan Obat Anti Kuman

Beberapa macam obat, di antaranya antivirus, antibakteri, antijamur memiliki jadwal penggunaan yang ketat. Kadar obat-obat tersebut di dalam darah harus dipertahankan pada dosis yang mampu untuk membunuh kuman. Maka jarak minum obat harus diatur ketat. Sebagai contoh, suatu antibiotik diresepkan tiga kali sehari. Maksudnya ialah obat tersebut diminum tiap 8 jam. Jika jarak antar minum obat terlalu lama, dikhawatirkan ada periode dimana kadar obat dalam darah terlalu rendah untuk membunuh bakteri.

Sebelum Makan atau Setelah Makan?

Untuk obat-obat tertentu, dokter akan memberikan petunjuk minum obat, setelah atau sebelum makan. Ada obat-obat yang lebih baik diminum dalam keadaan perut kosong agar penyerapannya lebih sempurna. Adapula obat-obat yang sebaiknya tidak diminum saat perut kosong karena dapat menimbulkan kerusakan pada mukosa lambung, sehingga muncul efek samping nyeri perut.

Bolehkah Membelah Obat Menjadi Dua?

Bolehkah kita membelah tablet atau menghaluskan tablet menjadi bubuk? Sebagian tablet telah dilapisi oleh suatu lapisan tertentu dengan tujuan membantu penyerapan obat dan mengusahakan agar obat diserap di organ tubuh yang tepat. Jika lapisan ini rusak, bisa terjadi gangguan kestabilan atau penyerapan obat. Oleh karena itu sebaiknya tidak membelah atau menghaluskan tablet tanpa anjuran atau pembolehan dari dokter/apoteker.

Sebutlah Nama Allah Sebelum Minum Obat

Menyebut nama Allah dalam mengawali setuap aktivitas merupakan salah satu cara memperoleh keberkahan. Semoga dengan menyebut nama Allah sebelum minum obat, kita dimudahkan memperoleh kesembuhan. Dan tentu agar setan tidak mengambil bagian dari apa yang kita konsumsi.

Sleman, 23 Oktober 2006

Share.

2 Comments

Leave A Reply