Tips Menghadapi Musim Dingin Di Tanah Suci

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Di arab saudi ada dua musim, musim panas dan dingin. Berbeda dengan di Indonesia, di saudi perubahan cuasa cukup ekstrim. Musim panas bisa mencapai 55 derajat sedangkan musim dingin berkisar nol sampai minus 10 derajat celcius. Berbeda dengan musim panas, orang Indonesia biasa mengalaminya meskipun tidak sepanas di Saudi, akan tetapi musim dingin yang ekstrem dengan kelembaban yang rendah yaitu 24 % (sangat kering), maka  Khusus musim dingin  ini jamaah haji Indonesai harus bisa menyesuaikan diri.

 

Sengatan dingin

Perlu diketahui juga bahwa selain heat stroke (sengatan panas yang bisa membuat pingsan) ada juga sengatan dingin yaitu suatu keadaan dimana sekujur tubuh terpapar cuaca dingin dan mengakibatkan beberapa gangguan pada tubuh, mulai dari yang ringan sampai berat. Beberapa tanda-tandanya misalnya: Kulit gatal, badan menggigil, gigi gemeretak, rasa kaku, kram, kaku otot, mati rasa, sulit berkonsentrasi, bicara tidak jelas, susah bernafas, kesadaran menurun. Bila ada yang mengalami gejala seperti ini segera hubungi petugas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.

 

Berikut tips menghadapi musim dingin: 

1.. Gunakan pakaian yang dapat melindungi tubuh dari udara dingin. Selalu bawa jaket (bisa juga memakai pakaian beberapa lapis), kaos kaki dan penutup kepala di tas tentengan

  1. setelah bangun pagi, usahakan melakukankegiatan fisik ringan misalnya peregangan, lari pagi atau minimal jalan-jalan kecil setelah shalat subuh.
  2. jika perlu, gunakan krim pelembab untuk melindungi kulit dari kekeringan sekaligus mengurangi penguapan air dari tubuh melalui kulit. Bisa juga menggunakan pelembab bibir agar tidak pecah-pecah
  3. mandi dan minum denga air hangat. Beberapa hotel dan penginapan selalu menyediakan
  4. Gunakan masker yang dilembabkan (dikompres air) untuk menghindari pembuluh darah yang pecah di hidung akibat kekeringan udara.
  5. di Madinah suhu udara lebih dingin daripada di Mekkah, usahakan anda shalat di dalam masjid dengan berangkat lebih awal. Karena jika tertinggal, akan dapat tempat shalat di luar masjid dengan suhu yang dingin.
  6. khusus Di Mekah, suhu lebih dingin ketika di Mina, Muzdalifah, dan Arafah karena berupa lapangan terbuka. Sebaiknya lebih mempersiapkan diri.

 

dikutip dari buku “Sehat dan Mabrur saat Ibadah Haji dan Umrah” BUKU GRATIS program Kesehatan Muslim

penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Artikel www.kesehatanmuslim.com

 

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter. Add PIN BB  Kesehatan Muslim: 32356208

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

jika ingin konsultasi gratis, silahkan kirim pertanyaan di sini

Share.

About Author

alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh pendidikan spesialis patologi klinik di FK UGM

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.