Tips Penanganan Luka Bakar

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Luka bakar merupakan kecelakaan yang kerap terjadi dalam aktifitas sehari-hari. Mulai dari luka bakar kecil sampai luka bakar yang berbahaya dan mengancam jiwa. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk perawatan  awal luka bakar :

  1. Matikan sumber luka bakar. Seorang yang sedang terbakar akan merasa panik, dan akan belari untuk mencari air. Hal ini akan memperbesar kobaran api karena tertiup oleh angin. Oleh karena itu, segeralah hentikan (stop), jatuhkan (drop), dan gulingkan (roll) orang itu agar api segera padam. Bila memiliki karung basah, segera gunakan air atau bahan kain basah untuk memadamkan apinya. Sedang untuk kasus luka bakar karena bahan kimia atau benda dingin, segera basuh dan jauhkan bahan kimia atau benda dingin. Matikan sumber listrik dan bawa orang yang mengalami luka bakar dengan menggunakan selimut basah pada daerah luka bakar
  2. Prinsip awal penanganan luka bakar adalah irigasi. Bersihkan dan basahi luka dengan air bersih yang mengalir.  Ini bertujuan untuk melokalisir kerusakan jaringan agar tidak meluas. Siram dengan air mengalir selama kurang lebih 5-10 menit, tergantung keadaan. Luka bakar akibat apapun, inilah perawatan pertamanya. Jika terbakar akibat bahan kimia, air dapat berfungsi sebagai penetral dari bahan asam atau basa tersebut.
  3. Kompres dengan air dingin. Berikan kompres dingin langsung ke daerah kulit yang terbakar.Kompres membantu mendinginkan luka dan mengurangi rasa sakit.Kompres dingin dapat dibuat dengan sepotong kain yang direndam dalam air es. Jangan gunakan es batu untuk mengompres.
  4. Buka pakaian. Lepaskan pakaian, cincin, jam tangan, dan ikat pinggang. Kecuali bila pakaian melekat di tempat luka bakar. Hal ini dimaksudkan agar mempermudah dalam penanganan medis nantinya. Dan juga untuk menurunkan suhu tubuh, terutama jika luka bakar akibat panas lingkungan (heat stroke).
  5. Jangan membawa orang dengan luka bakar dalam keadaan terbuka karena dapat menyebabkan evaporasi cairan tubuh yang terekspose udara luar dan menyebabkan dehidrasi. Orang dengan luka bakar biasanya diberikan obat-obatan penahan rasa sakit dan obat antibiotik jika lukanya cukup dalam dan luas.

Yang Tidak Boleh Dilakukan

Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan pada saat terjadi luka bakar :

1. Jangan Melumuri Dengan pasta Gigi, Kecap, Margarin, dll.

Mungkin ini terdengar konyol. Tapi inilah kenyataannya. Pasien dengan luka bakar, ketika tiba di rumah sakit seringkali sudah dalam keadaan dilumuri kecap atau mentega, pasta gigi,  atau bahkan minyak tanah. Benda-benda tersebut  justru akan sangat mengganggu proses pengobatan. Kulit yang terbakar pasti akan dibersihkan oleh dokter. Karenabahan-bahan tersebut menempel sangat kuat pada kulit, sehingga sangat sulit membersihkan jaringan yang rusak.

2. Jangan Diperban.

Pembalutan yang salah justru akan memperparah keadaan. Selain itu justru akan mempersulit proses pembersihan luka. Memang perban diperlukan untuk kasus-kasus tertentu, namun sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis atau paramedis. Dalam kasus luka bakar ada dua pilihan perawatan dibalut atau tidak, semuanya mempunyai kelebihan dan kekurangan, itupun tergantung kasusnya. Namun pembalutan dilakukan setelah luka dibersihkan, jadi tidak langsung setelah terbakar.

3. Jangan Menekuk Tubuh

Ketika seluruh tubuh atau sebagian tubuh terbakar api, posisi tubuh harus dalam keadaan menjauhi pusat tubuh. Misalnya luka pada tangan, jari-jari harus dalam keadaan terbuka, tidak boleh menggenggam. Siku tidak boleh ditekuk. Kepala jangan menunduk, kalau bisa diarahkan ke atas (bahasa jawa : ndangak). Posisi tubuh harus tidak boleh dalam keadaan tertekuk, karena kulit akan mengkerut. Jika tangan anda menggepal atau menekuk, maka posisinya akan tetap seperti itu ketika sembuh nanti.

Kapan perlu perawatan di RS?

Penderita perlu dirawat di rumah sakit jika:

– Luka bakar mengenai wajah

– Luka bakar yang luas

– Penderita akan mengalami kesulitan dalam merawat lukanya secara baik dan benar di rumah

– Penderita berumur kurang dari 2 tahun atau lebih dari 70 tahun

– Terjadi luka bakar pada organ dalam.

Demikian beberapa tips perawatan luka bakar yang perlu diperhatikan. Mudah-mudahan bermanfaat.

*****

Silahkan like page Majalah Kesehehatan Muslim dan follow twitter. Add PIN BB  Kesehatan Muslim: 32356208

Ingin pahala melimpah? Mari berbagi untuk donasi kegiatan Kesehatan Muslim. Info : klik di sini.

Share.

About Author

Alumni Ma'had Al 'Ilmi, lulusan Fakultas Kedokteran UGM, saat ini sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi di FK UGM-RSUP Sardjito.

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.