Tips sehat Jamaah Haji Ketika di Pondokan atau Penginapan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Di Tanah suci tentunya jamaah haji akan masuk ke dalam podokan atau penginapan atau semacam hotel. Tidak semua jamaah haji akan menginap di hotel yang megah dan bagus, bahkan bisa dibilang mayoritas jamaah haji Indonesia akan sempat menginap di semacam pondokan. Jangan kita bayangkan pula bahwa, setiap jamaah haji akan mendapatkan masing-masing satu kamar satu orang atau satu kamar terisi oleh sepasang suami istri.

Beberapa hal yang perlu diketahui tentang pondokan jamaah haji:

1.. Pondokan ini terkadang berjarak agak jauh dari Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Bisa 500 meter sampai  satu Kilometer, bahkan ada juga yang berjarak 1-2,5 km yang tentu akan memakan energi dan waktu jika berjalan menuju masjid.

2. Di Pondokan ini, jamaah haji menempati kamar-kamar yang saling berdekatan, dengan kapasitas yang beragam. Bisa 3, 4, 5, sampai 6 orang dalam satu kamar,bisa jadi juga dalam satu kamar ada 7-8 orang. Masalah yang muncul adalah ketika beberapa kamar di huni oleh banyak orang dengan berbagai kepentingan dan berbagai sifat. Ada yang sakit, ada yang merokok, ada yang tidak bisa memakai AC kamar, ada yang harus memakai AC dan ada yang sering kedinginan. Ada yang mendengkur jika tidur, ada juga yang tidur lampu harus mati sedangkan yang lain harus beraktifitas. Bahkan suasana ini akan kita rasakan semuanya saat di Mina.

3. Beberapa pondokan kamar mandi dan WC sangat terbatas. Bisa jadi jika di rata-ratakan 1 kamar mandi untuk 10 orang atau lebih. Tentu ini menjadi masalah tersendiri, misalnya kebersihan kamar mandi yang tidak terjaga. Beberapa jamaah yang sudah sepuh tidak tahu cara buang Air di jamban yang duduk atau cara pencet tombol membersikan kotoran.

Berikut beberapa tips sehat ketika di pondokan haji:

  1. Sebelumnya, musyawarahkan dengan pemimpin rombongan haji mengenai pembagian kamar dan pengaturan orang-orangnya. Bukan sekedar berkumpul dengan teman yang sudah akrab saja kemudian memilih satu kamar bersama.
  2. Penting mengelompokkan orang di kamar berdasarkan kesamaan. Misalnya satu kamar yang tidak kuat kalau pakai AC. Karena kebanyakan pasti memakai AC karena suasana yang umumnya panas.
  3. Setiap kamar disebar jamaah haji yang masih muda dan segar dengan jamaah yang sudah jompo dan sepuh. Jangan sampai satu kamar terisi orang jompo semua. Karena bisa mengingatkan mereka akan aktifitas dan perlengkapan haji mereka serta manasik haji.
  4. Jamaah yang lebih muda disarankan lebih legowo dan mengalah dengan jamaah yang sudah sepuh
  5. Ada pengarahan khusus cara penggunaan jamban dan kamar mandi modern kepada jamaah terutama yang sudah jompo atau yang berasal dari pedesaan.
  6. Penggunaan kamar mandi diatur dan disepakati, tidak boleh berlama-lama. Terutama ibu-ibu yang biasanya mencuci sambil mandi. Mencuci bisa siang hari atau malam di saat-saat kosong. Bisa kita bayangkan ada yang “kebelet” BAK atau BAK, kemudian harus antri lama, apalagi yang kebelet adalah jamaah yang sepuh.
  7. Bagi yang merokok, hendaknya sadar bahwa merokok sangat menganggu jamaah yang lainnya. Hendaknya banyak-banyak bertobat karena ia sedang melakukan ibadah yang suci, kemudian melakukan sesuatu yang diharamkan syariat yaitu membahayakan diri sendiri dan orang lain. Hendaknya ibadah haji menjadi sarana intropeksi diri dan bisa berhenti dari merokok. Jika memang masih, sulit hendaknya ada kebijakan pimpinan rombongan jamaah agar mereka disatukan salam satu kamar.

Demikian semoga bermanfaat

penyusun: dr. Raehanul Bahraen

artikel www.kesehatanmuslim.com

Share.

About Author

alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh pendidikan spesialis patologi klinik di FK UGM

Leave A Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.