Tips Terhindar dari ISK

Apa Itu ISK?

ISK (Infeksi Saluran Kencing) adalah infeksi bakteri yang terjadi pada saluran kencing. ISK merupakan kasus yang sering terjadi di masyarakat. Walaupun terdiri dari berbagai cairan, garam, dan produk buangan, urin normal tidak mengandung bakteri. Jika ada bakteri pada saluran kencing yang menuju kandung kemih atau ginjal dan berkembang biak dalam urin, terjadilah ISK. Jenis ISK yang paling umum adalah infeksi kandung kencing yang sering juga disebut sebagai sistitis. Gejala yang dapat timbul dari ISK yaitu perasaan tidak enak saat buang air kecil (disuria, Jawa: anyang-anyangen). Tidak semua ISK menimbulkan gejala. ISK yang tidak menimbulkan gejala disebut sebagai ISK asimtomatis.

ISK dapat dicegah dengan banyak minum dan tidak menahan kancing, sebagai upaya untuk membersihkan saluran kencing dari kuman. Bagi penderita ISK, kedua hal tersebut lebih ditekankan lagi karena ISK dapat menimbulkan lingkaran setan. Penderita ISK dengan disuria cenderung untuk menahan kemih, padahal menahan kemih itu sendiri dapat memperberat ISK.

Gejala yang Sering Muncul

Penderita ISK sering mengeluhkan hal-hal berikut:

  • Sakit pada saat atau setelah kencing
  • Rasa anyang-anyangan (ingin kencing, tetapi tidak ada atau sedikit air seni yang keluar)
  • Warna air kencing kental/pekat seperti air teh, kadang kemerahan bila ada darah
  • Nyeri pada pinggang
  • Demam atau menggigil, yang dapat diiringi dengan gejala lain seperti rasa nyeri di sisi bawah belakang rusuk, mual atau muntah.

Faktor Risiko

Beberapa hal yang dapat meningkatkan kejadian ISK pada seseorang adalah :

  1. Kurang menjaga kebersihan dan kesehatan daerah seputar saluran kencing.
  2. Cara membersihkan yang salah setelah kencing, yaitu dari belakang ke depan, terutama pada wanita. Cara seperti ini sama saja menarik kotoran dari anus ke daerah vagina atau saluran kencing.
  3. Suka menahan kencing. Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko ISK karena pembuangan urin jadi tidak lancar.
  4. Tidak kencing sebelum melakukan hubungan seks. Biasanya hal ini banyak terjadi pada pasangan yang baru menikah, karena itu disebut honeymooners cystitis.
  5. Memiliki riwayat penyakit kelamin.
  6. Memiliki riwayat penyakit batu di daerah saluran kencing.

Lebih Sering Pada Wanita

Dibandingkan laki-laki, wanita ternyata lebih rentan terkena penyakit ini. Penyebabnya adalah saluran uretra (saluran yang menghubungkan kandung kencing ke lingkungan luar tubuh) perempuan lebih pendek (sekitar 3-5 cm). Berbeda dengan uretra laki-laki yang panjang, sepanjang penisnya, sehingga kuman lebih sulit masuk.

Mencegah Sebelum Terjadi

Dengan menerapkan pola hidup bersih dan hidup sehat, penyakit ini dapat dicegah. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya penyakit ini.

  • Perbanyak minum air putih. Hal ini berfungsi untuk mengencerkan konsentrasi bakteri didalam kandung kencing dan membersihkan saluran kencing. Seperti kita tahu kebutuhan cairan tubuh kita sekitar 2 liter perhari.
  • Membersihkan alat vital sebelum dan sesudah berhubungan seksual.
  • Buang air kecil setelah berhubungan seksual untuk membersihkan bakteri dari saluran kencing
  • Jangan menahan kencing bila sudah ada keinginan untuk buang air kecil
  • Pakailah celana dalam dari bahan katun untuk menjaga area tersebut kering.
  • Hindari memakai celana yang terlalu ketat yang akan membuat panas dan basah/berkeringat, membuat area tersebut mudah untuk ditumbuhi bakteri.
  • Untuk wanita cara membersihkan kemaluan adalah mulai dari depan ke arah belakang, Hal ini untuk menghindari masuknya bakteri dari daerah anus ke area saluran kencing.
  • Hindari mandi berendam. Mandi dengan shower atau siraman lebih baik daripada berendam.

Mudah-mudahan informasi ini dapat membantu Anda dalam mencegah terjadinya ISK.Perlu diketahui,  ISK yang tidak diobati dengan baik dapat berkembang menjadi komplikasi penyakit yang lebih serius yang memerlukan pengobatan lebih lama.Ingat! Mencegah lebih baik daripada mengobati. Semoga tulisan yang ringkas ini bermanfaat.

 

[dr. Adika Mianoki]

About Author

dr. Adika Mianoki

Alumni Ma'had Al 'Ilmi, lulusan Fakultas Kedokteran UGM, saat ini sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi di FK UGM-RSUP Sardjito.

View all posts by dr. Adika Mianoki »

Leave a Reply